Favor – Kebaikan

F A V O R – Kebaikan

Perkenalkan saya adalah pengajar Taekwondo.
Sebagai pengajar/pendidik anak-anak dan remaja sudah menjadi tantangan bahkan kesukaan saya adalah menaruh nilai-nilai yang akan membawa kehidupan mereka kepada tingkat pengenalan dalam akan diri mereka dan terhadap ujian hidup.
Ya, saya menyukai dan sedang mempelajari secara formal pendidikan tentang Tumbuh Kembang Anak – Dewasa mencakup semua aspek (Emosi, Kognitif, Biologis & Motorik, Sosial, Bahasa) dan juga Psikologi & Konseling.

Saya mendapati hal-hal yang menarik tentang hidup ketika saya berinteraksi dengan anak-anak, murid-murid, orang tua / wali murid. Tanpa saya sadari bahwa keberadaan saya sebagai pengajar Taekwondo menjadi satu peran dalam hidup mereka. Tanpa saya sadari bahwa pengalaman-pengalaman saya yang tidak menyenangkan sampai pengalaman yang sekilas heroik menjadikan bekal untuk mereka melihat hidup mereka layak dan patut dijalani dengan kesungguhan hati.

Anak-anak dan adik-adikku ini mengalami masa-masa yang sulit dengan atau tanpa keberadaan saya. Saya hanya menjadikan kekuatan mereka menjadi lebih dominan daripada kelemahan dan ketakutan mereka atas tekanan dan kondisi di lingkungan bahkan rumah mereka. Bukan hal yang mudah.. ya, bukan hal yang mudah.. Tapi itu adalah hal yang sangat mungkin untuk setiap Pengajar / Pendidik Anak-anak Indonesia bisa lakukan. (Anak didik saya ada yang WNA (Warga Negara Asing)… apa yang ingin saya tekankan adalah anak-anak secara universal mengalami masalah dalam porsi, type, intensitas yang bisa berbeda dan itu memerlukan dukungan kita!)

Ada sudut pandang yang saya lihat sedikit berbeda dengan pendidik secara akademis – meskipun saya akan selalu mengembalikan struktur peran pendukung untuk pendidikan anak ke susunan dan tatanan semula yaitu Keluarga. Sudut pandang yang berbeda berupa terapan yang aplikatif didasarkan kepada jawaban tantangan ‘sekarang…bukan sebentar lagi atau nanti’ diinspirasi oleh orang-orang yang tidak mengerjakan rutinitas semata atau orang-orang yang telah melewati masa-masa berat dengan menyisakan kebesaran hati untuk mendidik/mengajar/mengarahkan anak-anak ini ke hidup dengan kesulitan mereka namun ditopang oleh keyakinan dan kesungguhan dari dalam diri mereka untuk berani dan selalu bertindak benar.

Apa yang kita (pendidik) ajarkan bukan materi dan tehnik untuk ‘achieve’ hal yang kita inginkan.. namun lebih kepada mewariskan nilai-nilai kebaikan.. Kebaikan yang teruji, kebaikan yang membangun pribadi lainnya, kebaikan yang berkenan kepada Tuhan.

Ryo K, 27 Mei 2015
Favor from Above

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s